Anakku Kok Kurus?

SEMUA orangtua tentu tak bisa diam begitu saja kalau anaknya tampak kurus. Berbagai upaya dilakukan orangtua agar si anak bisa gemuk.

Saat anak berusia 16 bulan tampak kurus padahal banyak makan dan malam minum ASI, tentu akan terbesit dalam pikiran Moms, “Apakah ada masalah dengan pencernaan anak saya? Bagaimana caranya supaya berat badan anak saya bisa bertambah? Perlukah diberikan suplemen tambahan?”.

Mengenai hal itu, Dr Liza Fitria, SpA dari RSIA Aulia Jagakarsa memberikan pemaparannya.

Memang, pertambahan berat badan anak di atas usia 1 tahun tidak sepesat saat usianya di bawah 1 tahun. Rata-rata naiknya berkisar 250-300 gram per bulan. Secara kasar dapat dihitung berat badan anak pada saat usia 1 tahun, minimal tiga kali dari berat saat lahir.

Namun, untuk mengetahui berat badan ideal anak dapat dihitung dari tinggi badan dan usia anak. Perbandingan antara berat badan aktual dengan berat badan ideal serta penampilan anak secara klinis adalah parameter yang digunakan untuk menentukan seorang anak kurus atau tidak.

Gangguan pencernaan cek BAB-nya

Untuk mengetahui ada atau tidaknya masalah pencernaan, dibutuhkan data mengenai pola buang air besar (BAB). Normalnya seorang anak BAB minimal tiga kali dalam seminggu, dengan konsistensi feses lunak, tidak cair dan tidak keras. Gejala lain yang patut diketahui untuk menunjukkan adanya masalah pencernaan yakni gumoh atau muntah berulang.

Pada prinsipnya, berat badan anak bisa bertambah bila kalori yang masuk lebih besar daripada kebutuhannya. Meski frekuensi makan per hari sudah cukup, perlu pula diketahui jumlah yang dikonsumsi tiap kali makan sehingga dapat diperkirakan jumlah asupan kalori harian.

Untuk itu ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi. Bila kebutuhan harian sudah dipenuhi, baru dapat diketahui adanya kemungkinan penyakit atau masalah kesehatan. Akan tetapi selama anak tersebut masih sehat dan tetap aktif, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tidak perlu suplemen

Seringkali suplemen makanan dianggap bisa menambah nafsu makan anak ataupun membantu proses penyerapan makanan. Tapi berbagai penelitian membuktikan suplemen tambahan atau vitamin tidak serta merta dapat meningkatkan nafsu makan, toh pemberian suplemen hanya untuk menambah asupan nutrisi yang kurang.

Misalnya anak yang tidak suka makan sayur dan buah, padahal sayur dan buah adalah sumber vitamin dan mineral. Suplemen atau vitamin dibutuhkan bagi anak yang pilih-pilih makanan.

Suplemen juga tidak membantu proses penyerapan makanan. Kecuali ada masalah pencernaan misalnya kurang enzim pencernaan.

Sumber: Mom & Kiddie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s